A. Latar Belakang
Bebas dari rasa nyeri merupakan hak asasi manusia. Hal ini dicanangkan oleh WHO pada peringatan “Global Day Against Pain” tanggal 11 Oktober 2004. Peringatan “Global Day Against Pain” bertema Pain Relief Should Be A Human Right mempunyai tujuan :
Bebas dari rasa nyeri merupakan hak asasi manusia. Hal ini dicanangkan oleh WHO pada peringatan “Global Day Against Pain” tanggal 11 Oktober 2004. Peringatan “Global Day Against Pain” bertema Pain Relief Should Be A Human Right mempunyai tujuan :
1)
Meningkatkan kepedulian terhadap nyeri akut maupun nyeri kronis dan
pengobatannya, 2) Publikasi yang luas
tentang hasil penelitian nyeri dan terapinya,
3)
Menekankan bahwa hak setiap orang untuk mendapatkan pengobatan nyeri,
4)
Meningkatkan kepedulian terhadap masalah nyeri di negara berkembang dengan
tujuan memperbaiki sumber daya dalam bidang nyeri (Miller, 2004).
Berdasarkan
komitmen tersebut, maka berbagai negara termasuk Indonesia mulai memberikan
perhatian terhadap nyeri dan pengelolaannya.
Penatalaksanaan nyeri dilakukan
dengan dua metode, yaitu strategi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu
jenis metode non farmakologi adalah terapi komplementer yang
merupakan area keperawatan murni sebagaimana disebutkan pada PERMENKES No 148
tahun 2010. Menurut Kementrian Kesehatan (2007),
pengobatan komplementer tradisional – alternatif adalah pengobatan non
konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diperoleh
melalui pendidikan terstruktur dengan berkualitas, memiliki keamanan dan efektivitas
yang tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik, meskipun belum diterima sepenuhnya dalam kedokteran
konvensional.
Dalam penyelenggaraannya,
strategi komplementer dan alternatif ini harus sinergi dan terintegrasi dengan
pelayanan pengobatan konvensional yang dilaksanakan oleh dokter, dokter gigi
dan tenaga kesehatan lainnya yang memiliki pendidikan dalam bidang pengobatan
komplementer tradisional – alternatif. Salah satu teknik yang digunakan adalah
hipnoterapi.
Hipnoterapi mengkondisikan
seseorang untuk relaksasi sehingga lebih mudah menerima saran dari therapist. Hipnoterapi sengaja
memanfaatkan kondisi trance atau
kondisi berkhayal untuk menghasilkan perubahan baik pada alam sadar maupun alam
bawah sadar pasien. Dengan demikian hipnoterapi memanfaatkan kondisi psikologis
pasien untuk mengubah persepsi rasa sakit termasuk nyeri menjadi perasaan yang
lebih nyaman (Cawthorn & Mackereth, 2010).
Indonesian
Nursing Center (INC) adalah lembaga yang bergerak di
bidang pendidikan dan pelatihan kesehatan
yang diselenggarakan dalam upaya meningkatkan pengetahuan peserta baik secara
intelektual dan teknikal serta
intrapersonal maupun interpersonal. INC
adalah lembaga kepelatihan dan pendidikan khusus kesehatan di Jakarta dengan
bertempat di Pusat ibu kota Indonesia, oleh karena itu INC mempunyai impian
menjadi center/pusat pelatihan kesehatan pilihan dan satu-satunya yang terbaik
dalam memberikan pelayanan peningkatan pengetahuan di bidang kesehatan. Produk
unggulan dari INC antara lain adalah Nursepreneur Indonesia, Woundcare with Caring,
MotivatioNers-TraiNers, Clinic INC dan
Hypnotouch
Nursing. Lembaga ini
turut mendukung WHO dalam mengupayakan hak individu untuk terbebas dari rasa
nyeri. INC bertujuan untuk mengembangkan
pengetahuan dan skill bagi tenaga kesehatan terutama perawat, bidan dan dokter sehingga tenaga kesehatan di
Indonesia bisa mendapatkan ilmu-ilmu terbaru khususnya dibidang kesehatan.
Hypnotouch
Nursing suatu intervensi keperawatan dengan sentuhan hypnosis.
Konsep ini adalah konsep yang hanya dimiliki dan dikembangkan hanya oleh INC
dengan program Hypnotouch Nursingnya. Hypnotouch Nursing adalah suatu bentuk konsep ilmu sentuhan hipnosis dalam dunia keperawatan. Penting diterapkan para perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan
kepada klien. Hypnotouch Nursing merupakan alternatif intervensi
keperawatan dari diagnosis keperawatan NANDA, berdasarkan NIC (Nursing
Intervention Classification/klasifikasi intervensi keperawatan) dan menggunakan
konsep teori "comfort" Kolcaba.
Saat ini, beberapa diagnosis keperawatan (NANDA) yang
dapat diaplikasikan hipnosis sebagai intervensinya adalah sebagai berikut :
1.
Nyeri : Pain
control with Hypnotouch
2.
Inefektif
breastfeeding : Hypnotouch Breastfeeding
3.
Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh : Hypnotouch Slimming
4.
Perubahan proses keluarga : Hypnotouch Parenting
5.
Fear, anxietas, harga diri
rendah, berduka disfungsional, Chronic
Sorrow : Hypnotouch Motivation
6.
Persalinan rilex tanpa nyeri : Hypnotouch For Birthing
7.
Gangguan citra
tubuh : Hypnotouch Beauty
Dimana kita sebagai tenaga kesehatan ataupun perawat diharuskan untuk bisa mengenal, menggunakan, dan memanfaatkan ilmu hipnoterapi sebagai salah satu bentuk intervensi keperawatan. Ini sesuai dengan visi Indonesian Nursing Center bahwa kami mempunyai visi "Thn 2020 semua perawat bisa hipnoterapi, semua pasien bebas nyeri." Untuk mewujudkan visi itu, maka INC berencana untuk membudayakan “pain control with Hypnosis”, agar sejawat tenaga kesehatan khususnya perawat di Indonesia memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk membebaskan pasien dari rasa nyeri dan memenuhi kebutuhan pasien akan rasa nyaman sebagaimana metaparadigma yang dikemukakan Kolcaba (Tomey & Alligood, 2010).
Disamping pain control with hypnosis yang merupakan intervensi dari diagnosis “nyeri”, Hypnotouch Nursing juga mendukung gerakan “Say yes to ASI” dengan Hypnotouch Breastfeeding yang merupakan alternatif intervensi diagnosis inefektif breastfeeding, gerakan “say no to child abuse” dengan hypnotouch Parenting, Stress Management with Hypnotouch, dan Hypnotouch Motivation. Hypnotouch Beauty dapat digunakan untuk intevensi gangguan citra tubuh, dan Hypnotouch Slimming untuk diagnosis ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh (aktual/risiko).
Kenapa Hypnotouch Nursing ? Hypnotouch
Nursing adalah
satu-satunya konsep dan ilmu
yang menggabungkan teori keperawatan "comfort" kolcaba dengan
diagnosa keperawatan & ilmu hipnosis secara umum yang dipelajari di setiap pelatihan
hipnosis. Konsep keilmuan Hypnotouch
Nursing adalah satu-satunya konsep ilmu yang menggunakan acuan GBPP sebagai
bahan pengajaran langsung dari PPNI Pusat. Karena kita adalah NURSE, yang memiliki ilmu dan kiat,
memberikan asuhan keperawatan pada klien dan berfokus pada respon individu dengan sentuhan hipnosis yang memberdayakan alam bawah sadar
manusia yang 88% mempengaruhi pikiran manusia.
Berdasarkan hal ini, INC berencana
mengadakan pelatihan Hypnotouch Nursing, yang akan
memberikan materi tentang konsep nyeri, diagnosis keperawatan, teori comfort Kolcaba
dan teknik-teknik hipnoterapi, dengan distribusi 50% teori, 50% praktek. INC menawarkan kerja
sama kepada institusi, lembaga Event
Organizer, maupun organisasi yang peduli akan peningkatan
pengetahuan petugas kesehatan umumnya, khususnya para perawat dalam membebaskan
klien terhadap nyeri dengan Hypnosis,
yang merupakan teknik tata laksana nonfarmakologi sehingga menjadi intervensi
mandiri keperawatan (NIC), ditambah dengan para Pembicara, Trainer, Fasilisator yang
sudah bersertifikasi dari badan IBH (The Indonesia Board Of Hypnotherapy ).
B.
Filosofi
Pelatihan
Pelatihan keperawatan
merupakan kegiatan pendidikan berkelanjutan bagi perawat (Continuing Nursing Education),
sebagai bagian dari Pengembangan
Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) Perawat Indonesia.
Pelatihan untuk
meningkatkan kompetensi di bidang Keperawatan mengacu pada filosofi pelatihan
sebagai berikut:
1.
Prinsip androgogi,
antara lain selama pelatihan peserta berhak untuk:
a. Didengarkan
dan dihargai pengalamannya dalam bidang keperawatan dengan
sentuhan hipnosis (Hypnotouch
Nursing).
b. Dipertimbangkan
ide & pendapatnya, sejauh
berada di dalam konteks pelatihan
c.
Diberikan kesempatan
yang sama tuk berpartisipasi dalam setiap proses
pembelajaran.
2.
Berorientasi kepada
peserta, yaitu bahwa peserta berhak untuk:
a.
Mendapatkan satu paket
bahan belajar, yaitu modul & CD
pelatihan untuk meningkatkan keterampilan keperawatan dengan sentuhan hypnosis
b.
Menggunakan modal
pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing tentang keperawatan
dengan sentuhan hipnosis
(Hypnotouch Nursing), dalam
proses pembelajaran, serta melakukan peningkatan agar sesuai dengan kompetensi
perawat.
c.
Mendapatkan pelatih
professional yang dapat memfasilitasi, menguasai materi dan dapat memberikan
umpan balik yang konstruktif.
d.
Melakukan refleksi & memberikan umpan balik
terhadap proses pembelajaran yang dijalani.
e.
Melakukan evaluasi
(bagi penyelenggara maupun fasilitator) dan dievaluasi tingkat kemampuannya
dalam bidang keperawatan dengan sentuhan
hypnosis.
3.
Berbasis kompetensi,
yang memungkinkan peserta untuk:
a. Mencapai
penguasaan materi yang ditetapkan
b. Meningkatkan
keterampilan langkah demi langkah dalam memperoleh
kompetensi di bidang keperawatan dengan
sentuhan hypnosis
c. Mendapatkan
penilaian tentang keberhasilannya mencapai kompetensi yang
ditetapkan pada akhir pelatihan.
4.
Learning
by doing dan learning
by experience, yang memungkinkan peserta untuk memperoleh kesempatan untuk
melakukan sendiri penerapan teori dalam praktik melalui metode pembelajaran
latihan/ praktik di kelas, sehingga mampu melakukan secara mandiri.
5. Pelatihan
keperawatan dengan sentuhan hypnosis (hypnotouch
nursing) merupakan kegiatan pendidikan berkelanjutan sebagai bagian dari
pengembangan berkelanjutan bagi perawat.

(Gambar. Saat pelatihan Hypnotouch Nursing di Gedung paramadina, Pasar minggu, Jaksel.)

(Gambar. Saat pelatihan Hypnotouch Nursing di Gedung paramadina, Pasar minggu, Jaksel.)
Penasaran bagaimana konsep pelatihannya..??
Info kerjasama :
dhani/081210682705/ 7d3ef04b

Tidak ada komentar:
Posting Komentar